Senin, 01 April 2013

OBAT GINJAL



OBAT GINJAL

Pengertian
Ginjal adalah sepasang organ saluran kemih yang terletak dirongga retroperitonial bagian atas. Bentuknya menyerupai kacang dengan sisi cekungnya menghadap ke medial. Ginjal merupakan organ terpenting dalam mempertahankan homeostasis cairan tubuh.

Fungsi ginjal
1)      Mengekskresikan sebagian terbesar produk akhir metabolisme tubuh (sisa metabolisme dan obat-obatan).
2)      Mengontrol sekresi hormon-hormon aldosteron dan ADH dalam mengatur jumlah cairan tubuh.
3)      Mengatur metabolisme ion kalsium dan vitamin D.
4)      Menghasilkan beberapa hormon antara lain:
§  Eritropoetin yang berfungsi sebagai pembentukan sel darah merah,
§  Rennin yang berperan dalam mengatur tekanan darah serta hormon prostaglandin.

Definisi penyakit ginjal
Penyakit Ginjal adalah suatu penyakit dimana fungsi organ ginjal mengalami penurunan hingga akhirnya tidak lagi mampu bekerja sama sekali dalam hal penyaringan pembuangan elektrolit tubuh, menjaga keseimbangan cairan dan zat kimia tubuh seperti sodium dan kalium di dalam darah atau produksi urine.

Penyebab penyakit ginjal
v  Gagal ginjal akut
Penyebab penyakit ginjal akut dibagi menjadi:
1)      Penyebab pre-renal, misalnya septicaemia, hypovolaemia, cardiogenic shock, hipotensi akibat obat.
2)      Penyebab renal, misalnya glomerulonephritis, myoglobinuria, interstitial nephritis akut, gejala-gejala uraemia hemolitik, obstruksi intrarenal, obat yang bersifat nephrotoksik, hipertensi yang makin meningkat (accelerated hypertension).
3)      Penyebab post-renal, misalnya obstruksi saluran kemih akibat hipertrofi prostat, batu ginjal dan batu pada saluran kemih, tumor pada saluran ginjal, penggumpalan darah.
v  Gagal ginjal kronis
Penyebab gagal ginjal kronis meliputi:
1)      Glomeruluionephritis kronis
2)      Diabetic nephropathy
3)      Hipertensi
4)      Penyakit renovaskuler
5)      Interstitial nephritis kronis
6)      Penyakit ginjal keturunan
7)      Penyempitan saluran kemih berkepanjangan

Tanda dan gejala penyakit ginjal
v  Gagal ginjal akut
Gagal ginjal akut ditandai dengan gejala yang timbul secara tiba-tiba dan penurunan secara cepat volume urin. Laju filtrasi glomerulus (LFG) dapat secara tiba-tiba menurun sampai di bawah 15ml/menit. GGA akan mengakibatkan peningkatan kadar serum urea, kreatinin dan bahan-bahan yang lain. Walaupun sering bersifat reversible, tetapi secara umum mortalitasnya tinggi. Tanda-tanda dan gejala klinis GGA sering tersamar dan tak spesifik, walaupun hasil pemeriksaan biokimiawi serum selalu menunjukkan ketidaknormalan. Gambaran klinis dapat meliputi perubahan volume urine (oliguria, polyuria), kelainan neurologis (lemah, letih, gangguan mental), gangguan pada kulit (misalnya gatal-gatal, pigmentasi, pallor), tanda pada kardiopulmoner (misalnya sesak, pericarditis), dan gejala pada saluran cerna (mual, nafsu makan menurun, muntah) (Ballinger & Patchett 2000).

v  Gagal ginjal kronis
Gagal ginjal kronis ditandai dengan berkurangnya fungsi ginjal secara perlahan, berkelanjutan, tersembunyi, serta bersifat irreversible. Tanda-tanda dan gejala gagal ginjal kronis (GGK) meliputi nokturia, edema, anemia (iron-resistant, normochromic, normocytic), gangguan elektrolit, hipertensi, penyakit tulang (renal osteodystrophy), perubahan neurologis (misalnya lethargia, gangguan mental), gangguan fungsi otot (misalnya kram otot, kaki pegal) dan uraemia (misalnya nafsu makan berkurang, mual, muntah, pruritus). (Harper 1999).

Obat untuk penyakit ginjal
*      Diuretic, contohnya Furosmide.
Diuretic bertujuan untuk menurunkan volume plasma dan menurunkan retensi cairan di jaringan sehingga menurunkan resiko terjadinya edema paru.
Furosemid, atau asam 4-kloro-N-furfuril-5-sulfamoil antranilat masih tergolong derivat sulfonamid. Obat ini merupakan salah satu obat obat standar untuk pengobatan gagal jantung dan edema paru.  Turunan sulfonamida ini (1964) berdaya diuretis kuat dan bertitik kerja di lengkungan Henle bagian menaik. Sangat efektif pada keadaan udema di otak dan di paru-paru yang akut.
Indikasi:
Edema, oliguria karena gagal ginjal, hipertensi

Kontraindikasi:
Hipersensitif terhadap furosemid, sulfonilurea; anuria; kekurangan elektrolit

Bentuk sediaan:
Tablet, tablet salut selaput, cairan injeksi, larutan infus, kaplet

Dosis:
Dosis dewasa
Oral     : 20-80 mg/dosis, peningkatan dosis sampai 20-40 mg/dosis dengan interval 6-8
               jam. Dosis dapat ditingkatkan sampai 600 mg/hari jika terjadi udem.
IM, IV : 20-40 mg/dosis, dapat diulangi dalam 1-2 jam jika diperlukan, dan ditingkatkan
sebesar 20 mg/dosis sampai mendapatkan efek yang diinginkan. Pada GGA, furosemid (1-3 g/hari PO atau IV) dapat digunakan, tetapi hindari penggunaannya pada pasien GGA yang menderita oliguria.

Dosis anak-anak
Oral     : 1-2 mg/kg/dosis dapat ditingkatkan sebesar 1 mg/kg/dosis sampai mendapatkan
   efek yang diinginkan. Dosis maksimal sebesar 6 mg/kg/dosis.
IM, IV : 1 mg/kg/dosis ditingkatkan sebesar 1 mg/kg/dosis pada interval 6-12 jam sampai mendapatkan efek yang diinginkan, dapat ditingkatkan sampai 6 mg/kg/dosis.

Aturan pakai:
Injeksi secara IV harus diberikan secara perlahan, kecepatan maksimum pemberian adalah 4 mg/menit. Diberikan dengan makanan untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada saluran cerna.

Efek samping:
Rasa tidak enak di perut, hipotensi ortostatik, gangguan saluran cerna, penglihatan kabur, pusing, sakit kepala

Resiko khusus:
Kehamilan
Faktor resiko C. Melewati sawar plasenta, meningkatkan produksi urin fetal, gangguan elektrolit. Biasanya penggunaan diuretik selama hamil dihindari karena adanya resiko penurunan perfusi plasenta.

*      Adenokortikosteroid golongan prednisone
Adenokortikosteroid golongan prednisone digunakan untuk menurunkan proteinuri.
Deskripsi
Prednisone digunakan untuk mengobati kondisi seperti arthritis, gangguan darah, gangguan pernafasan, alergi parah, penyakit kulit, kanker, masalah mata, dan gangguan sistem kekebalan tubuh. Prednisone termasuk ke dalam kelas obat yang dikenal sebagai kortikosteroid. Cara kerjanya adalah dengan menurunkan respon sistem kekebalan tubuh terhadap berbagai penyakit untuk mengurangi gejala seperti reaksi alergi dan pembengkakan.

Indikasi
Prednisone adalah obat untuk mengobati gangguan sistem kekebalan tubuh.
Dosis
Minum obat ini dengan makanan atau susu untuk mencegah sakit perut, seperti yang diarahkan oleh dokter. Prednisone ada yang berbentuk tablet dan ada yang berbentuk cairan. Jika dokter meresepkan satu dosis per hari, minumlah obat ini di pagi hari sebelum jam 9. Dosis dan lamanya pengobatan didasarkan pada kondisi medis dan respon terhadap pengobatan. Jangan berhenti minum obat ini tanpa berkonsultasi dengan dokter. Jangan menghentikan pengobatan secara tiba-tiba tanpa persetujuan dokter, karena dapat menyebabkan gejala penarikan seperti lemah, penurunan berat badan, mual, nyeri otot, sakit kepala, kelelahan, dan pusing. Untuk mencegah gejala penarikan tersebut, dokter mungkin mengurangi dosis secara bertahap.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar